Sistem Kurikulum
Panduan komprehensif mengenai struktur pembelajaran, profil lulusan, dan capaian pendidikan berbasis Agromedicine.
Deskripsi Kurikulum
Kurikulum Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung disusun berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Standar Kompetensi Dokter Indonesia Tahun 2012, dan Standar Nasional Pendidikan Kedokteran Indonesia Tahun 2019 yang diterbitkan oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan mengacu pada Standar Global Pendidikan Kedokteran dari WFME (World Federation for Medical Education) yang mensyaratkan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Capaian Pembelajaran yang diharapkan (Intended Learning Outcome) dibagi menjadi capaian pembelajaran umum dan capaian pembelajaran profesional. Capaian pembelajaran umum merupakan capaian pembelajaran komunikasi dan kerja sama tim. Capaian pembelajaran profesional meliputi capaian konsep dan keterampilan teoritis di bidang kedokteran.
Metode Pembelajaran (SPICES)
Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung telah menggunakan kurikulum dengan pendekatan SPICES dalam menstimulasi, menyiapkan, dan mendukung mahasiswa. Metode yang digunakan meliputi ceramah, kelas virtual, diskusi berbasis masalah (PBL), pembelajaran berbasis tim, laboratorium keterampilan klinis (CSL), praktik laboratorium, sidang pleno, dan belajar mandiri.
Struktur kurikulum yang digunakan adalah kurikulum berbasis sistem organ yang mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia. Kurikulum dikemas dalam bentuk mata kuliah integrasi, di mana dalam satu mata kuliah diajarkan mulai dari biomedis dasar hingga klinik. Total beban studi yang harus ditempuh mahasiswa untuk lulus adalah 154 SKS atau setara dengan 233 ECTS.
Profil Lulusan (PEO)
Untuk mencapai profil lulusan Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Program Education Outcome/PEO) seperti:
Dokter Kompeten (Agromedicine)
Lulusan yang mampu memberikan pelayanan kesehatan secara holistik dan komprehensif berdasarkan bukti ilmiah terbaik, profesional, beriman, beretika, sebagai pembelajar sepanjang hayat dengan wawasan khusus di bidang agromedicine.
Akademisi dan Peneliti
Lulusan yang berpikir kritis dan kreatif serta memiliki kemampuan literasi di bidang sains, teknologi, dan sosbud dalam menangani masalah kesehatan kompleks serta bersaing di era global.
Agen Perubahan
Sebagai agen perubahan dan penggerak masyarakat dengan peran sebagai profesional, komunikator, kolaborator, advokat, dan manajer untuk pelayanan kesehatan paripurna.
Wirausahawan
Mampu membuka usaha atau berinovasi baik di bidang kesehatan, kedokteran, maupun di luar bidang kedokteran setelah menyelesaikan program sarjana.
Peta Kurikulum